www.kutukutubuku.com Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat Sekolah-Menulis Online

Archives

Keutamaan Hari Jum”at (part 4)

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum”at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui (QS. Al-Jumuah:9)

Hari Jum’at merupakan hari yang amat mulia. Didalamnya banyak keutamaan dan kelebihan dari hari yang lain. Sa”ad bin Ubadah ra. berkata : “Hari yang paling mulia di sisi Allah adalah hari Jum’at dan bahkan lebih agung daripada hari raya Idul Adha dan hari raya Idul Fitri.  Didalam hari Jum’at itu ada lima kejadian penting, yaitu :

  1. hari dijadikannya Nabi Adam as
  2. hari diturunkannya Nabi Adam as. dari surga ke dunia,
  3. hari wafatnya Nabi Adam as
  4. hari Jumat itu ada saat/waktu yang mustajab, dimana tiada seorang hamba yang meminta sesuatu kepada Allah kecuali Allah pasti mengabulkannya atau memenuhi permintaannya selama permintaan itu tidak meminta berbuat dosa atau memutus hubungan kerabat
  5. dan di hari Jum’at pula akan datangnya hari kiamat.  Dan tiada malaikat muqarrab, langit, bumi, angin, gunung/bukit, dan batu melainkan semuanya sangat sayang dengan hari Jumat”. (HR. Asy Syafi””””i dan Ahmad) Baca Selanjutnya

Rizki dapat Tertahan?

Siapa yang menginginkan rizki melimpah? Segala usaha telah dilakukan untuk mengapainya. Tetapi apa yang terjadi? Rizki tetap saja  seret. Peras keringat banting tulang hasilnmya tetap nihil. Harta yang telah dimiliki bukanya bertambah, malah berkurang. Lebih parah lagi, hutang dimana-mana, di setiap warung melilit leher tidak terbayar. Hidup susah dan resah. Semakin hari semakin sempit. Apa penyebabnya? Sebaiknya kita lihat apa yang diperingatkan oleh Rasulullah SAW. Apa yang dapat menahan turunnya rizki:

Bermalas-malsan dengan tidur pagi (setelah shalat shubuh): Rasulullah bersabda, “Ash Shubhat (tidur pagi) mencegah rezki. (HR. Abu Nu’aim, Kitab Al Jami’us Shagier, dan Ahmad )

Banyak berbuat dosa: Rasulullah bersabda, “Tidaklah menambah dalam umur kecuali kebaikan, dan tidaklah bisa menolak takdir kecuali doa dan sesungguhnya seorang laki-laki benar-benar dicegah rezkinya dengan dosa yang dia lakukan. (HR. Ahmad & Ibnu Majah)

Melakukan kecurangan: Rasulallah SAW bersabda : Dan tidaklah suatu kaum mengurangi timbangan dan ukuran, melainkan diputus rizki pada mereka. (Malik dari Abdullah bin Abbas)

Ibnul Qayyim berkata, “Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat.” Baca Selanjutnya

Manajemen Waktu

Allah telah bersumpah dengan waktu, bahwa semua manusia akan celaka kecuali orang yang beriman dan beramal shaleh. Waktu amat berharga bagi kita, akan tetapi kita sendiri sering melalaikannya. Banyak waktu yang diisi dengan kegiatan yang tidak bermanfaat. Yang lebih celaka lagi adalah waktu yang diberikan Allah digunkan untuk maksiat. Ada juga waktu yang digunakan hanya untuk mencari kesenangan hidup saja. Adapun urusan akheratnya tidak dipedulikannya. Inilah manusia yang akan mendapat kerugian besar. Allah SWT berfirman:

“Demi masa sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal soleh serta nasehat menasehati di atas kebenaran dan kesabaran” (QS. Al-Asr: 1-3)

Aktivitas kita banyak menyita waktu. Kita harus pandai menggunakan waktu. Adakalanya karena faktor kesibukan membuat kita sampai lupa makan, dan waktu istirahat sampai terabaikan. Ada lagi yang sering terlewatkan adalah waktu shalat. Akibat kesibukan, akhirnya membuat kita terlambat shalat. Jika kita melakukan aktivitas dengan komputer, sebaiknya kita gunakan software pengingat waktu shalat. Ini penting agar shalat selalu dilakukan tepat waktu. Lebih baik lagi kalau dilakukan secara berjamaah.

Rasululah SAW mengingatkan kepada kita agar menggunakan waktu dengan penuh keseimbangan. Carilah kehidupan dunia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tetapi kita juga harus mengingat kehidupan akherat, jangan-jangan kita nanti mati esok hari. Kehidupan akherat meskipun masih lama, tetapi persiapannya harus dilakukan sekarang. Dunia adalah tempat bercocok tanam untuk kehidupan akherat. Rasulullah bersabda:

“Carilah duniamu seolah-olah engkau akan hidup selama-lamanya dan carilah akhiratmu seolah-olah engkau akan mati besok pagi” (HR. Ibnu Asahin)

Wallahu’alam Bishshowwab.

Awas Dengki (part 3)

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (QS. An Nisaa: 32)

Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu. (HR. Abu Dawud)

Perbuatan dengki amat berbahaya. Seorang pendengki akan banyak mengalami kesusahan. Dia akan susah ketika melihat orang lain senang, dan akan senang ketika melihat orang lain susah. Seorang pendengki selalu tertawa diatas penderitaan orang lain. Itulah sifat pendengki. Pendengki merupakan sifat iblis, karena iblispun merasa iri akan keunggulan Nabi Adam. Dengki akan membawa kesombongan dan kesombangan akan mengantarkan kedalam neraka. Agar kita terhindar dari dengki, salah satu jalanya adalah dengan ilmu. Baca Selanjutnya

Awas Dengki (part 2)

Katakanlah wahai Muhammad, saya berlindung kepada Tuhan yang mengatur makhluk dari kejahatan makhlukNya. Dari kejahatan orang yang dengki ketika dia berbuat dengki. (QS. Al-Falaq: 1-5)

Perbuatan dengki merupakan akhlak yang sangat buruk. Seorang pendengki hatinya akan tersiksa ketika melihat kebaikan orang lain. Seperti kita ketahui Qabil merasa dengki kepada Habil karena Habil akan dikawinkan dengan Iklima yang berparas cantik. Sementara Qabil harus kawin dengan Labuda yang berparas jelek. Habil berusaha menghilangkan nikmat yang diperoleh Habil dengan cara yang keji. Qabil terjerumus kedalam dosa besar, yaitu membunuh saudarnya sendiri.

Seorang pendengki adalah orang yang berbuat dzalim, akan tetapi dia sendiri ikut menderita karena perbuatannya. Orang semacam ini hatinya selalu resah, sedih, dan stres. Orang yang dengki sama dengan membenci takdir Allah. Segala amal kebaikannya habis dimakan oleh sifat dengki. Rasulullah sAW menggambarkan perbuatan dengki bagaikan api yang membakar kayu. Artinya walaupun orang itu banyak melakukan kebaikan, maka pahalanya akan lenyap karena perbuatan dzalim yang dilakukannya. Di Akherat orang semacam ini akan mengalami kebangkrutan amal.

Walaupun demikian, tidak semua dengki itu berdosa. Sifat dengki merupakan bawaan lahiriah yang sudah tertanam dalam dirinya. Pada dasarnya semua orang akan tetap iri ketika melihat kebaikan yang diperoleh seseorang. Jika rasa iri itu tidak dikendalikan dan sampai akhirnya berbuat dzalim akan sangat berbahaya. Seperti kisah Habil dan Qabil. Inilah beberapa tingkatan dengki yang perlu kita ketahui: Baca Selanjutnya

Awas Dengki (part 1)

Penyakit dengki atau hasud merupakan penyakit yang telah tertanan dalam hati manusia. Setiap manusia tidak akan terlepas dari sifat dengki. Syaikhul Islam mengatakan : “tidak ada satu jiwapun kecuali terjangkit penyakit hasud, tetapi orang yang mulia adalah orang yang menyembunyikannya, sedangkan orang yang tercela adalah yang menampakkannya.

Ketika melihat kelebihan orang lain, selalu timbul keinginan untuk memilikinya. Jika keinginan itu didapat dengan cara yang keji maka hasud yang demikian akan membawa malapetaka yang akan menghancurkan. Kerugian bukan hanya diderita oleh orang yang didzolimi tetapi juga orang yang berbuat dzalim. Orang yang berbuat dengki akan banyak mengalami penderitaan dan keresahan. Dengki seperti itulah yang akan mendatangkan dosa, yaitu dengki yang menyangkut urusan dunia. Jika dengki itu pada urusan akherat maka itu diperbolehkan. Rasulullah SAW bersabda: Baca Selanjutnya

Taubat

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS At-Tahrim:8)

Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan Menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Annisa:110)

Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk segera bertobat atas segala dosa yang telah dilakukan. Dalam suatu hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW bertobat tiap hari seratus kali. Padahal Beliau telah terbebas dari segala dosa. Itulah tanda syukur yang dicontohkannya. Kita sebagai umatnya seharusnya lebih banyak melakukan istigfar, karena terlalu banyak dosa dan kemaksiatan yang telah dilakukan.

Allah yang maha pengampun, akan selalu mengampuni segala dosa walaupun dosa itu sepenuh langit dan bumi. Syaratnya adalah taubat nasuha, yaitu taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Taubat ini memiliki tiga syarat yaitu:

  1. Menyesal,
  2. Berhenti dari dosa, dan
  3. Bertekad untuk tidak mengulanginya.

Ada suatu kisah yang dapat dijadikan renungan agar kita bersungguh-sungguh dalam bertaubat. Kisahnya adalah sebagai berikut: Baca Selanjutnya

Keutamaan Hari Jum”at (part 3)

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum”at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui (QS. Al-Jumuah:9)

Hari yang paling utama adalah hari Jum’at. Pada hari itu didirikan Shalat Jum’at. Semua kaum muslimin bertemu untuk menunaikan kewajiban yang telah ditentukan. Selain itu, manusia pertama  yang diciptakan oleh Allah adalah pada hari Jum’at, yaitu Nabi Adam. Pada hari itu pula seluruh manusia dan jagat alam akan dimusnahkan. Rasulullah SAW menjelaskan: “Sebaik-baik hari yang terbit padanya matahari adalah hari Jum’at. Pada hari itu diciptakan Adam ‘alaihissalam, dimasukkan dan dikeluarkan dari surga pada hari itu dan kiamat akan terjadi pada hari Jum’at pula.” (HR. Muslim)

Shalat Jum’at memiliki keutamaan yang sangat besar. Keutamaan itu hanya diperoleh dengan cara bersungguh-sungguh dalam mendirikannya. Salah-satunya seperti yang disebutkan dalam hadis ini. “Barangsiapa yang berjima’ dengan istrinya pada hari Jum’at kemudian ia mandi dan segera berjalan menuju masjid diawal waktu, duduk di dekat imam dan mendengarkan (khutbah) tanpa melakukan perbuatan yang sia-sia, maka setiap satu langkahnya mendapatkan pahala puasa dan pahala shalat malam selama setahun.”(HR. Ahmad).

Jika kita memperhatikan, ada beberapa hal yang sering dilupakan oleh sebagian kaum muslimin. Bagian itu adalah shaf shalat. Shaf yang terbaik adalah shaf yang terdepan, lurus, dan rapat antara sesama jamaah. Perhatikanllah hadis berikut: Baca Selanjutnya

Awas: GAM

Dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, saya sebarkan tulisan ini, karya Prof. DR. Ali Mustafa Yaqub. Tulisan ini saya copy dari rubrik Hikmah Republika, dengan judul “Sisi Lain Maulid Nabi yang terbit tanggal 3 Maret 2010 mudah-mudahan bermanfaat. Selamat membaca.

Seorang kawan mengeluh kepada kami. Katanya, sekarang ini banyak anggota GAM di Jakarta. “Eh, yang benar saja. Mana ada anggota Gerakan Aceh Merdeka di Jakarta,” begitu kami menyanggah. “Ini bukan GAM yang berarti Gerakan Aceh Merdeka, tetapi GAM yang berarti Gerakan Anti Maulid,” kata kawan tadi menjelaskan.

“Apa argumen mereka?” Tanya kami mengejar. “Mereka bilang peringatan maulid itu tidak pernah dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW. Jadi, ini termasuk bid`ah,” jelasnya. “Wah, kalau yang namanya bid`ah itu adalah ibadah yang tidak pernah dikerjakan Nabi SAW, akan banyak ibadah yang menjadi bid`ah,” jelas kami.

“Banyak ibadah menjadi bid`ah? Apa maksud Ustaz?” Begitu kawan tadi bertanya penasaran. “Ya, kalau ibadah yang tidak pernah dikerjakan Rasulullah SAW itu disebut bid`ah, umrah Ramadhan adalah bid`ah. Karena, Rasulullah selama hidup tidak pernah menjalankan umrah pada bulan Ramadhan. Kita mengeluarkan zakat fitri dengan beras juga bid`ah, karena Rasulullah tidak pernah mengeluarkan zakat fitri dengan beras.” Begitu kami menjelaskan. Baca Selanjutnya

Kami dengar, dan Kami Ta”at

Hasil penelitian Dr James M. Noble dari Columbia College of Physicians and Surgeons di New York tahun 2009, menyebutkan: ”Orang dewasa yang memiliki tingkat patogen tinggi pada kebersihan mulut lebih memungkinkan dua kali mengalami kegagalan dalam tes pengurangan angka.

Penelitian itu melibatkan 2.300 responden yang diuji untuk menyelesaikan berbagai tes yang berhubungan dengan keterampilan berpikirnya, yaitu memori otaknya terganggu akibat kebersihat mulut yang tidak dijaga. Inilah data yang dihasilkannya:

  • memiliki kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan memori (5,7%)
  • gagal dalam melakukan tes pengurangan (6,5%)
  • adanya hubungan yang kuat antara kesehaatn mulut yang buruk dengan penyakit jantung, stroke, diabetes serta penyakit Alzheimer. Selain itu penyakit gusi juga bisa mempengaruhi fungsi otak orang tersebut, seperti penyakit gusi dapat menyebabkan peradangan di tubuh yang merupakan faktor risiko hilangnya fungsi mental.

Karenanya penting untuk selalu menjaga kebersihan mulut agar tetap memiliki kemampuan berpikir yang baik meskipun sudah berusia lanjut, serta terhindar dari berbagai faktor risiko penyakit. Demikianlah hasil penelitiannya. Baca Selanjutnya